Diskusi yang Panjang di grup DA

Cahaya Islam
salam saudara2 ku, saya lihat disini ada banyak diskusi ada banyak dari saudara hindu ada juga kristen. dan saya disini mewakili muslim. dan karena ada banyak agama disini tentu dan yang paling mendasar dari sebuah agama adalah konsep ketuhanan. saya mengajak saudara2 ku untuk sharing argumentatif disini dengan tema “KONSEP KETUHANAN DALAM AGAMA” dan saya akan memulai dengan persamaan konsep itu. akan dilanjutkan di komentar
SukaTidak Suka · · Ikuti KirimanBerhenti Mengikuti Kiriman · 19 Agustus jam 11:50

*
*
8 orang menyukai ini.
*
o
Cahaya Islam
sahabat2 ku

dalam hindu disebut kan bahwa
—————————————-
— “Na tasya Pratima asti” “Dia tidak mempunyai rupa (Yajur Veda 32: 3)
… — “Na tasya pratima asti” – Tiada suatupun yang menyerupai Dia (Svetasavatara Upanishad 4:19)

— dikatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan Dia suci ( Yahurveda 40:

sama hal nya dalam kristen
————————————-
Kel 9:14 Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi.
Yes 46:9 Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku,

dan dalam islam
————————–
Allah mempunyai sifat wajib yaitu mukhalafatul lil hawadist artinya Tidak sama dengan yang baharu atau tidak sama dengan ciptaannya.

QS 42:11 … Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat.

jadi karena tuhan tidak mempunyai rupa atau tidak ada yang menyerupai tuhan maka apapun itu yang dikatakan sebagai tuhan jika ada kesamaannya dengan segala sesuatu maka itu bukanlah tuhan.

pertanyaannya “mengapa dalam agama selain islam ada penyerupaan tuhan ” ? misal dalam hindu ada wisnu digambarkan dengan yang mempunyai empat tangan, Tiap tangan memegang Cakra, tangan yang kanan memegang Rumah Kerang (gada) menaiki seekor burung Garuda sambil bersandar pada Gulungan ular.

dan dalam kristen tuhan beringkarnasi menjadi yesus kedunia.

pada hal konsep tuhan dalam tiga agama ini adalah “TIDAK ADA RUPA BAGI TUHAN, TIDAK ADA YANG MENYERUPAI TUHAN”

silakan sharing argumentatif, berikan dalil disetiap argument agar sharing nya sehat dan mendidik.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 11:54 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
o
Cahaya Islam ‎Ari Becak…

saya kira kita bisa share dengan argumentatif dan share yang mengedepankan pengertian dan saling menghormati.
19 Agustus jam 12:06 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Agama Agama Bela Yesaya 46 : 9 … AKULAH YHWH DAN TDK ADA YG SPRT AKU ,
tiada yg seprti bukan brarti tdk berwujud , Melainkan tiada yg sprt YHWH ,
ibrani 1 :3 ” IA ( YESUS ) ADALAH CAHAYA KEMULIAAN ALLAH DAN GAMBAR WUJUD ALLAH …..
ALLOH ( YAHWEH ) Itu roh , dan YESUS wujud nyata dari YHWH .
19 Agustus jam 12:10 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Ari Becak
oh… ada yang tag, ok… saudara Cahaya Islam, baik saya coba jawab;

[[pertanyaannya “mengapa dalam agama selain islam ada penyerupaan tuhan ” ? misal dalam hindu ada wisnu digambarkan dengan yang mempunyai empat tangan, Tiap tangan memeg…ang Cakra, tangan yang kanan memegang Rumah Kerang (gada) menaiki seekor burung Garuda sambil bersandar pada Gulungan ular.]]

→ Wisnu = Tuhan??
mungkin kita mesti perjelas dahulu penggunaan kata Tuhan tersebut, jika Tuhan jelas sesuatu yang tidak terdefinisikan, sedangkan ada maksudkan Wisnu, jelas itu terdefinisikan…:)Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 12:11 · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam
‎Agama Agama Bela…

dalam injil jhon 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

jadi menurut injil tuhan adalah roh, sedangkan yesus bukan roh dan ini diutarakan sendiri oleh yesus da…lam lukas 24:39-43 “lihat aku ini kaki dan tanganku karena roh tidak punya daging dan tulang kemudian yesus makan”

dan ini menunjukkan yesus bukanlah tuhan karena tuhan itu adalah roh dan lebih jelas lagi

dalam
bilangan 23:19 allah bukanlah manusia
hosea 11:9 akulah allah dan bukan manusia

jika menganggap bahwa yesus adalah tuhan maka saya kira akan bertentangan dengan ayat diatas.

Ari Becak…
saudaraku, kita share saling berbagi bukan jika pendapat saya salah silakan koreksi dan jika tidak tepat silakan di benarkan.

dan pemahaman saya teantang tuhan tidak terlalu banyak dalam hindu. silakan anda kemukakan pendapat anda dan kita sharingLihat Selengkapnya
19 Agustus jam 12:17 · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam
‎Ari Becak…

bukankah saya sudah menuliskan diatas tentang konsep tuhan dalam agama hindu, saya tidak menyebutkan bahwa wisnu = tuhan tapi winsu adalah gambaran dari tuhan.

— “Na tasya Pratima asti” “Dia tidak mempunyai rupa (Yajur Veda… 32: 3)
— “Na tasya pratima asti” – Tiada suatupun yang menyerupai Dia (Svetasavatara Upanishad 4:19)

— dikatakan bahwa Tuhan tidak berbentuk dan Dia suci ( Yahurveda 40:

nah, wisnu adalah gambaran tuhan dengan atribut nya seperti saya sebutkan diatas.

silahkan koreksiLihat Selengkapnya
19 Agustus jam 12:23 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Alvan Alvin Alvun Nyimak ajja
19 Agustus jam 12:32 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam ‎Alvan Alvin Alvun…

monggo
19 Agustus jam 12:39 · SukaTidak Suka
o
Ekaa Prayoga Waisnawa Cahaya Islam : wahh, ini baru islam yg sesungguhnya…
19 Agustus jam 12:40 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Cahaya Islam
‎Ekaa Prayoga…

kita hanya ingin share, karena dengan sharing seperti ini maka akan membuat pengertian. tidak ada gunanya berdebat tapi tidak tahu ilmunya. yang islam berdebat tapi tidak tahu islam yang hindu dan kristen juga demikian mak…a hal tersebut akan menimbulkan saling hujat dan permusuhan.

dialog dengan dalil yang argumentatif untuk pengertian adalah salah satu cara yang efektif untuk mencegah ketidak tahuan yang kemudian menimbulkan saling huajt2anLihat Selengkapnya
19 Agustus jam 12:46 · SukaTidak Suka · 2 orangMade Budiana dan Daraendo Blittar’z Pattrya menyukai ini.
o
Cahaya Islam ‎Ari Becak…

saudaraku, mohon koreksi tulisan saya
19 Agustus jam 12:50 · SukaTidak Suka
o
Agama Agama Bela Cahaya islam @
Allah datang ke dunia dlm rupa manusia yaitu Yesus ,
Manusia ada 3 bagian
Tubuh , jiwa dan roh . jadi Yesus punya ketiganya
Allah bukan manusia itu benar , tp Hal yg mungkin bila Allah menjadi manusia . dan yg tak mungkin manusia jd Allah .
sori ntar siang br sy bisa lanjut ,lg di luar dan ada kerja , jd tdk bisa posting ayat ,
off dulu .
19 Agustus jam 12:52 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Vedanta Yoga saya akan menyimak
^_^
19 Agustus jam 12:53 · SukaTidak Suka · 1 orangMade Budiana menyukai ini.
o
Ksetiaan Pangeran Chinta bukan ahli agama sich q. q cuma bisa bicara dgn logika, krn ketuhanan itu misteri yg ga akan bisa d jabarkan dgn dalil
19 Agustus jam 13:00 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Cahaya Islam
‎Agama Agama Bela…

maaf saya harus emngkoreksi anda.

bukankah sudah jelas diatas
… bilangan 23:19 allah bukanlah manusia
hosea 11:9 akulah allah dan bukan manusia

dan Allah tidaklah menjelma menjadi manusia, dan hanya ada satu dalil untuk itu yaitu kesaksian yohanes dan ini terdapat dalam kitab yohanes 1:14-15
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: “Inilah Dia, yang kumaksudkan ……

menurut yohanes firman atau diterjemahkan sebagai yesus, padahal firman itu sendiri tidak bisa diterjemahkan menjadi yesus karena firman dalam yohanes diatas berasal dari bahwa yunani yaitu “LOGOS” dan logos itu mempunyai arti yaitu “KATA, FIRMAN TUHAN, ANALOGI”

tidak ada literatur yang menyebutkan bahwa FIRMAN = TUHAN atau

yesus hanya penyampai firman dan ini diutararakan oelh yesus sendiri dalam yohanes 17:8

Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar, bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

YESUS HANYA PENYAMPAI FIRMAN, IA BUKAN FIRMAN, APALAGI FIRMAN YANG MENJADI MANUSIA. BELIAU ADALAH PENYAMPAI FIRMAN YANG BERARTI UTUSAN ALLAH DAN BUKAN ALLAH.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 13:02 · SukaTidak Suka
o
Ari Becak
ok… saya bahas mantram yang anda kutip;

[[– “Na tasya Pratima asti” “Dia tidak mempunyai rupa (Yajur Veda 32: 3)]]

mantram keseluruhan;
… “Na Tasya Pratima Asti, Yasya Nam Mahadyash
Hiranyagarbh Ityesha Ma Ma Hinsidityesha Yasmanna Jat Ityesha”
arti;
The Supreme God who is described in verses like Hiranyagarbh, Yasmanna Jat, Ma Ma Hinsit, whose name and glory is extremely broad buthe/he does not have any pattern.

maksudnya mantram diatas adalah Tuhan tidak memiliki ‘pola’ yang jelas, nah maksudnya disini kata “pratima” tersebut adalah ‘pola’ bukan rupa…
sedangkan yang anda ambil hanya sebagian saja… :)Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 13:03 · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
o
Fuad K Nsr ‎.
@__@ kalau sudah ke UPANISHAD dah beda lg …tunggu saja nanti…pasti PURANA dkk akan bermunculan…

Ada ada saja..
19 Agustus jam 13:05 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Made Budiana
Sebuah ajakan diskusi yg mengesankan, teruskanlah..sy akan beragumen brdasarkan Kitab Tanpa Sastra, bgni konsep saya, Tuhan menguasai semua bentuk,ruang,waktu dan keadaan, dan ketika manusia menempatkan nama Tuhan diatas kenyataan hidupnya,… maka Ia adalah yg menguasai dan menjadi termulya dalam kehidupannya, artinya dalam bentuk, tanpa bentuk, nama, tanpa nama, dalam ruang, waktu ,tempat dan keadaan, disanalah kt melihat,merasakan,kemudian menyadari kuasaNya dan seperti itulah sy menyikapiNya.. Maaf atas kekurangan dan keterbatasan ini, smg berkenan.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 13:06 melalui seluler · SukaTidak Suka · 6 orangMemuat…
o
Cahaya Islam
‎Ari Becak…

saya memang mengambil sebagian tapi apakah sebagian saya diatas berbeda maksudnya dengan keseluruhan yang anda posting.

dan saya akan memposting apa yang anda tuliskan
… maksudnya mantram diatas adalah Tuhan tidak memiliki ‘pola’ yang jelas, nah maksudnya disini kata “pratima” tersebut adalah ‘pola’ bukan rupa…

pola berarti gambaran, pola nya seperti ini, itu adalah bentuk imajiner dari sebuah benda.

jangankan mempunyai rupa, mempunyai pola saja tuhan tidak.

masih ada lagi dalam kitab
“Na samdrse tisthati rupam asya, na caksusa pasyati kas canaiam. Hrda hrdistham manasa ya enam, evam vidur amrtas te bhavanti” –

BentukNya tidak dapat dilihat; tidak seorang yang melihat akan Dia dengan mata. Sesiapa yang melalui minda dan hati mengetahui akan Dia sebagai kekal di dalam hati menjadi abadi. [Svetasavatara Upanishad 4:20]

tuhan itu tidak dapat dilihat, bagaimana mungkin kalian bisa menggambarkan nya dengan wisnu, brahma, siwa.

dan lebih jauh dalam ajaran hindu
“Nainam urdhvam na tiryancam na madhye na parijagrabhat na tasy pratime asti yasya nama mahad yasah” – Tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya yang namaNya Maha suci”

lebih jauh lagi..
Yahurveda 40:9 “Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste” siapa yang menyembah makhluk alam semula jadi, mereka memasuki kegelapan”, (contohnya angin, air, api) “Mereka tenggelam jauh kedalam kegelapan sesiapa yang menyembah sambhuti (menyembah buatan manusia)

mohon dikoreksi, karena saya seorang muslim dan pengetahuan saya terbatasLihat Selengkapnya
19 Agustus jam 13:13 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Ksetiaan Pangeran Chinta trims Made Budiana atas jempol kakix. salam persaudaraan. hehehe…
19 Agustus jam 13:16 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Made Budiana Betapa damai jk berdiskusi sprti ini, sm2 sdr. MOH. Irwan Firdaus..mari eratkan.
19 Agustus jam 13:25 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Ksetiaan Pangeran Chinta sadarkah kalian bhwa agama kalian hanya menjelaskan wujud tuhan dalam sifat milik tuhan, bukan bentuk sprti simbol wisnu
19 Agustus jam 13:30 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Ksetiaan Pangeran Chinta sperti simbol wisnu, asmaul husna, yesus, dll. smua lambang mempunyai maksud arti masing2 yg bertujuan menerje
19 Agustus jam 13:32 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Ksetiaan Pangeran Chinta mahkan sifat tuhan itu sendiri. sifat tuhan ada pd manusia, tapi sifat manusia ga ada pada tuhan. jadi…
19 Agustus jam 13:35 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Ksetiaan Pangeran Chinta tuhan ada dlm hati manusia, tak berbentuk, tapi menjadi 1 dlm keyakinan hati qta, sperti lagu bimbo, q jauh engkau jauh
19 Agustus jam 13:37 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam saya kira konsep nya jelas dan sudah saya poting diawal
19 Agustus jam 13:43 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Ksetiaan Pangeran Chinta aq dekat engkau dekat. jika udah ada d hati, apa qta ga malu jika berbuat dosa??????
19 Agustus jam 13:43 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Ksetiaan Pangeran Chinta ceklock dulu. yuk ah…
19 Agustus jam 13:45 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Made Budiana ‎@ Moh.Irwan Firdaus..didalam Hindu itu disebut Atman/Jiwatman/sifat Tuhan yg ad dhati kita.
19 Agustus jam 13:45 melalui seluler · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam ‎Made Budiana…

silakan lanjutkan komentar anda, dan silakan koreksi tulisan saya jika ada yang salah. topik diatas bertema konsep ketuhanan dalam dalam agama. dan saya telah memposting konsepnya.

monggo semoga anda bisa memberikan khasanah ilmu bagi saya
19 Agustus jam 13:50 · SukaTidak Suka
o
Dharma Raksaka
‎Cahaya Islam, konsep ini, padahal sudah menjawab semua pertanyaan anda, NETI NETI NETI, yang jelas ITU tidak dapat digambarkan dengan kata-kata Nirguna Brahman (tidak berwujud-tidak terpikirkan-abadi). Lalu, karena sifat ITU ada di mana-ma…na dalam Hindu “Wyapi Wyapaka Nirwikara”, ITU ada di mana-mana menguasai segalanya, jadi terserah dong ITU mau jadi apa?, karena kekuasaannya mau jadi manusia, jadi hewan, jadi Dewa, jadi wah pokoknya terserah ITU-maunya apa?, dalam Hindu, ITU bisa menjadi para Dewa karena kekuatan dari ITU pada aspek tertentu, misalkan ITU dalam kekuatannya mencipta disebut dengan Brahma, ITU dalam kekuatannya sebagai pemelihara disebut Wisnu, ITU dalam kekuatannya sebagai pengharmonis disebut Siwa….setelah ITU “menjadi” ini dalam kondisi Sadguna Brahman.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 14:11 · SukaTidak Suka · 1 orangMade Budiana menyukai ini.
o
Ari Becak wah… udah panjang ya tadi tak tinggal sebentar…

baik… mari kita lanjut…
19 Agustus jam 14:13 · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam ‎Dharma Raksaka…

mohon berikan dalil nya.

Ari Becak…
silakan, saya akan lanjutkan setelah salat jumat.
19 Agustus jam 14:15 · SukaTidak Suka
o
Ari Becak
‎Cahaya Islam said;

[[saya memang mengambil sebagian tapi apakah sebagian saya diatas berbeda maksudnya dengan keseluruhan yang anda posting.

dan saya akan memposting apa yang anda tuliskan
… …maksudnya mantram diatas adalah Tuhan tidak memiliki ‘pola’ yang jelas, nah maksudnya disini kata “pratima” tersebut adalah ‘pola’ bukan rupa…

pola berarti gambaran, pola nya seperti ini, itu adalah bentuk imajiner dari sebuah benda.

jangankan mempunyai rupa, mempunyai pola saja tuhan tidak.]]
→ tidak, bukan begitu maksudnya, maksud dari tidak ada pola yang jelas adalah tidak ada kata² yang mampu menunjukkan ‘pola’ Tuhan karena polanya saking banyaknya sehingga disini dikatakan bahwa ‘pola’ Tuhan tidak jelas, tapi bagi orang² tertentu maka ‘pola’ tsb akan jelas.
hal ini bisa anda bandingkan dengan Rgveda, 10.90.1.

[[masih ada lagi dalam kitab
“Na samdrse tisthati rupam asya, na caksusa pasyati kas canaiam. Hrda hrdistham manasa ya enam, evam vidur amrtas te bhavanti” –

BentukNya tidak dapat dilihat; tidak seorang yang melihat akan Dia dengan mata. Sesiapa yang melalui minda dan hati mengetahui akan Dia sebagai kekal di dalam hati menjadi abadi. [Svetasavatara Upanishad 4:20]
→ memang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang, tapi mampu jika dilihat dengan perpaduan mind (pengetahuan) dan hati yang biasanya disebut mata batin atau mata ketiga, hal ini didukung dalam Bhagawad Gita dimana “mata” Arjuna dibuka oleh Sri Krishna sehingga mampu menangkap “pola” Yang Mutlak.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 14:21 · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Ari Becak
‎Cahaya Islam;

[[tuhan itu tidak dapat dilihat, bagaimana mungkin kalian bisa menggambarkan nya dengan wisnu, brahma, siwa.]]
→ itu merupakan simbol, penggambaran yang memiliki makna, contoh aja Vishnu,
Gada memiliki arti kekuatan yang bes…ar,
Teratai simbol dari kedamaian, ketenangan,
dll, jadi penggambaran itu memiliki makna tersendiri yang disesuaikan dengan ‘tugas’ dari Vishnu…

jadi apakah itu ‘pola’ Tuhan??
yap, hanya salah satu dari sekian banyak ‘pola’ Tuhan yang lain.

[[lebih jauh lagi..
Yahurveda 40:9 “Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste” siapa yang menyembah makhluk alam semula jadi, mereka memasuki kegelapan”, (contohnya angin, air, api) “Mereka tenggelam jauh kedalam kegelapan sesiapa yang menyembah sambhuti (menyembah buatan manusia)]]
→ terjemahan yang benar;
Those people, who worship separation-destruction and are playing in such activities only, they enter darkness (here darkness is ignorance) and get surrounded by it and those who worship making organisation-creation only, they also enter the darkness of ignorance.

maksud dari mantram diatas adalah jangan hanya menyembah satu ‘pola’ saja karena ‘pola²’ Tuhan memiliki keterkaitan, makanya dikatakan jika hanya satu ‘pola’ maka itu bukan Tuhan karena ‘pola’ Tuhan tidak jelas/semuanya adalah ‘pola’ Tuhan… ini akan nyambung dengan penjelasan bro Dharma Raksaka tentang “NETI-NETI”, bukan ini dan bukan itu.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 14:36 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
o
Ari Becak
dalam Hindu sendiri klo bicara tentang Brahman akan dinyatakan dalam 2 ‘bentuk’ yaitu Saguna dan Nirguna, dimana Saguna adalah ‘pola’ yang sedang kita bicarakan, sedangkan yang Nirguna adalah ‘pola’ yang tidak jelas.

tentang Saguna dan Nir…guna ini bisa dilihat pada mantram Yajurveda 40:8 secara keseluruhan dimana yang anda kutip hanya bagian dari Nirguna saja, sedangkan ada bagian yang tidak anda kutip menyatakan tentang Saguna Brahman… :)Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 14:41 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
o
Ari Becak
nih saya kutip mantram Yajurveda 40.8;
“sa Paryagaachukramkayamvranmasnaveer shuddhampapviddham kavirmanishi paribhuh svayambhuryathatathyatorthan vyadghachaashwatibhyah samabhyah”

He (The Supreme) is pervasive, is magnificient. He is bodi…less, nerveless and doesnt have pores. He is pure and sinless. He is poet (here poet means he can create anything he imagines), he himself is language (ruler of mind, from where the words come), victorious and the onecreated by him/herself. He has managed since eternity for everyoneallsource as-qualified.”

silhakan anda cermati mantram yajurveda diatas… :)Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 14:48 · SukaTidak Suka
o
Dharma Raksaka
ini saya kutipkan bebereapa sloka dalam Bhagavad Gita mengenai ‘perwujudan’ rohani Tuhan..

śrībhagavān uvāca

paśya me pārtha rūpāṇi śataśotha sahastraśaḥ
… nānāvidhāni divyāni nānāvarṇākṛtīni ca ||11.5|

“Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; Wahai Arjuna yang baik hati, wahai putera prtha, sekarang lihatlah kehebatan-Ku, beratus-ratus ribu jenis bentuk rohani yang berwarna-warni.”

paśyādityān vasūn rudrān aśvinau marutas tathā
bahūny adṛṣṭapūrvāṇi paśyāścaryāṇi bhārata ||11.6|

“Wahai yang paling baik di antara para Bharatha, lihatlah di sini berbagai perwujudan para Aditya, vasu, Rudra, Asvini-kumara dan semua dewa lainnya. Lihatlah banyak keajaiban yang belum pernah dilihat atau didengar oleh siapapun sebelumnya.”

ihaikasthaṃ jagat kṛtsnaṃ paśyādya sacarācaram
mama dehe guḍākeśa yac cānyad draṣṭum icchasi ||11.7|

“Wahai Arjuna apapun yang ingin engkau lihat, lihatlah dengan segera dalam badan-Ku ini! Bentuk semesta ini dapat memperlihatkan kepadamu apapun yang engkau ingin lihat sekarang dan apapun yang engkau ingin lihat pada masa yang akan datang. Segala sesuatu- baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak-berada di sini secara lengkap, di satu tempat.”

na tu māṃ śakyase draṣṭum anenaiva svacakṣuṣā
divyaṃ dadāmi te cakṣuḥ paśya me yogam aiśvaram ||11.8|

“Tetapi engkau tidak dapat melihat-Ku dengan mata yang engkau miliki sekarang. Karena itu, Aku memberikan mata rohani kepadamu. Lihatlah kehebatan batin-Ku.”Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 15:08 · SukaTidak Suka
o
Cahaya Islam
to saudara2 hindu ku

Ari Becak, Dharma Raksaka,…
terima kasih atas koreksi nya dan sangat bermanfaat bagi saya.

… oh ya saya seorang muslim dan saya hanya mempunyai sedikit pengetahuan tentang hindu. saya mau tanya dimana saya bisa mendapatkan kitab seperti catur weda, uphanisad, manusmriti, bagawad gita. saya pernah pergi kebali tapi saya tidak menemukannya.

bisakah saudara2 ku membantu saya untuk mendapatkannya.
kemarin saya punya tapi hanya dalam bentuk terjemahan dalam file doc (word), jadi saya tidak bisa maksimal

oh ya sahabatku nanti saya akan lanjutkan sharenya dan senang bisa share dengan kalian.

oh ya saya mengambil beberapa referensi dari sini

video ini merupakan seminar luar biasa bertema konsep ketuhanan dalam hindu dan islam oleh sarjana muslim dan sarjana hindu (sri ravi shankar and dr zakir naik), terdiri dari 18 video dan bisa di donlot

http://www.youtube.com/watch?v=VPYBHpkIvWc&feature=relatedLihat Selengkapnya
HQ sri sri ravi shankar and dr zakir naik debate concept of god in hinduism and Islam Part 8
gdata.youtube.com
19 Agustus jam 15:16 · SukaTidak Suka · 3 orangTrilara Aksarani, Douglas Mimba, dan Gajah Mada menyukai ini.
o
Cahaya Islam
‎Ari Becak, Dharma Raksaka…

dan disini
video bertema “sisi persamaan antara islam dan hindu”, terdiri dari 17 video (teks indonesia) dan bisa di donlot disini, ceramah di lakukan di india dengan puluhan ribu audiens

http://www.youtube.com/watch?feature=related&hl=id&v=iQZMnTmeZk0

NB :
mohon infokan dimana saya bisa mendapatkan kitab2 hindu seperti yang saya sebutkan diatas. karena dengan membaca kitab nya maka akan mengerti

lain waktu kita lanjutkan saya harus mulai bekerja lagiLihat Selengkapnya
“2/17” Sisi Perasamaan Antara Hindu dan Islam
http://www.youtube.com
‎(اللغة الإندونيسية) ( الجوانب المتفق عليها في الإسلام والهندوسية ) Mayor kuliah… oleh Dr Zakir Naik ini dikenal sebagai di antara hal-hal yang ada garis antar…Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 15:18 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
o
Ari Becak
‎Cahaya Islam;
Veda Samhita, anda bisa membeli di sini;
http://www.penerbitparamita.com/

sedangkan klo Rgveda, jika anda memiliki dana lebih bisa mencari Rgveda yang diterjemahkan oleh Svami Satya Prakash Sarasvati dan Satyakam Vidyalankar…, itu sangat lengkap karena teks sanskrit berdampingan dengan teks english yang berupa terjemahan kata perkata.

tapi jika sebagai acuan cukup dengan terbitan Paramitha aja…

ok, nanti kita lanjut lain kali… ^_^Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 15:28 · SukaTidak Suka · 2 orangMemuat…
o
Made Budiana
Sdr..Cahaya Islam, maafkan, sy tdk mampu mengkonsepkan Tuhan dgn keterbatasan ini, namu meyakini jk Ia adalah kenyataan termulia dalam kehidupan pribadi ini, tentu saya hanya berphilsafat, dan bg saya ada tiga philsafat yg mendasari, yaitu …pengetahuan, kehidupan dan tindakan, mereka selalu berkaitan, philsafat tindakanlah yg utama, dunia adalah tempat perbuatan, dan kita akan diatur dalam peraturan atas tindakan dan perbuatan itu.. Mari lakukan tindakan tersebut atas nama Tuhan berdasarkan pengetahuan dan philsafat kehidupan yg berakar dari kebenaran. Smg berkenan.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 15:39 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
o
Ronald Marzuki agamaku bagiku agamamu bagimu
19 Agustus jam 15:46 melalui seluler · SukaTidak Suka · 2 orangBagus Aryananda dan Made Budiana menyukai ini.
o
Sabdopalon Noyogenggong
smua kepercayaan apapun memiliki konsep dan ritualnya masing2,sbuah konsep bkn berarti mampu mengambarkan scara keseluruhan,dlm serat dewaruci diterangkan mengenai terombang ambingnya bima dlm samudra luas,smakin lama gelombang smakin tenan…g dan senyap,gelap tanpa mengetahui arah manapun,disaat itulah dia melihat dewaruci yg mrupakan perwujudan dari Sang Ilahi yg brasal dr batinnya sndiri.smakin mendalami konsep kita justru smakin pintar dlm pengetahuan akan konsep-konsep kepercayaan tetapi tdk mampu menyentuh realitas yg terakhir.spt perkataan khrisna dlm bhagawadgita ditulis”bagai membuat kolam di daerah yg tergenang banjir”Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 16:30 melalui seluler · SukaTidak Suka · 4 orangDharma Duta, Vedanta Yoga dan 2 orang lainnya menyukai ini.
o
Ib Adnyana
Dalam Hindu Tattwa artinya ke-Itu-an, yaitu Realitas Absolut. Jadi ajaran Tattwa adalah ajaran tentang Realitas absolut itu. Realitas Absolut itu Niskala-(tak terbagi-bagi), Nirguna(Tanpa sifat), Eka(satu adanya), Acintya(tak tergapai oleh …pikiran dan Indra)

Dari Niskala muncul Sakala(dapat di bagi-bagi), dari Nirguna muncul Saguna(yang bersifat), dari Eka muncul Aneka(keanekaragaman), dari Acintya, Absrak menurun semakin riil, dari sini tampak Tattwa ajaran KeTuhanan yang berjenjang. Bermacam-macam Nama adalah Nama yang Eka, Esa dalam bermacam-macam aktivitas-Nya. Ia dipuja sebagai Ista Dewata yaitu aspek Tuhan yang di dambakan oleh pemuja-Nya dalam suatu aktivitas(Bhatara-Bhatari) atau sinar(Dewa-Dewi). Ia adalah Brahma dalam aktivitasnya sebagai pencipta, Wisnu sebgai pemelihara, Iswara sebagai pemralina, Saraswati sebagai dewanya pengetahuan. Ia juga berada dimana-mana(di timur-utara-barat-selatan dll..) Ia juga adalah Kala, Energy..nah ajaran Tatwa yang berjenjang inilah kemudian di realisasikan dalam Tata kehidupan beragama yang mencerminkan moral agama, Pedoman tingkah laku pribadi, terhadap sesama, lingkungan dan masyarakat(Susila) dan Ibadat agama dalm meningkatkan hubungan dengani-Nya(Acara).

Dengan meyakini Tuhan berada dimana-mana, menjadi saksi segala, meresapi-melingkupi semua, maka pemeluk ajaran agama Hindu diharapkan takut berbuat tidak baik(Asubhakarma). Acara, ritual dalam bentuk upacara, upakara, embahyang dengan kelengkapan saha, puja, Sesana, Indik, Turu, tempat-tempat pemujaan, hari-hari keagamaan adalah pengungkapan ajaran Tattwa dalam bentik-bentuk nyata. Bentuk nyata atau realisasi ari ajaran Tattwa inilah yang kemudian melahirkan Tradisi, Budaya dll. Demikian sekilas secara garis besar yang sangat panjang kalau di jabarkan.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 17:11 melalui seluler · SukaTidak Suka · 3 orangMemuat…
o
Douglas Mimba Anda bisa mendapatkannya di departemen agama, disetiap daerah ada. dan klo anda kebetulan di bali, anda bs dapatkan di tk. buku Brata, jl. Kartini, dps. di Gramnedia juga ada,n yg saya tahu gramedia bali
19 Agustus jam 17:17 · SukaTidak Suka
o
Ib Adnyana
Dalam Hindu Tattwa artinya ke-Itu-an, yaitu Realitas Absolut. Jadi ajaran Tattwa adalah ajaran tentang Realitas absolut itu. Realitas Absolut itu Niskala-(tak terbagi-bagi), Nirguna(Tanpa sifat), Eka(satu adanya), Acintya(tak tergapai oleh …pikiran dan Indra)

Dari Niskala muncul Sakala(dapat di bagi-bagi), dari Nirguna muncul Saguna(yang bersifat), dari Eka muncul Aneka(keanekaragaman), dari Acintya, Absrak menurun semakin riil, dari sini tampak Tattwa ajaran KeTuhanan yang berjenjang. Bermacam-macam Nama adalah Nama yang Eka, Esa dalam bermacam-macam aktivitas-Nya. Ia dipuja sebagai Ista Dewata yaitu aspek Tuhan yang di dambakan oleh pemuja-Nya dalam suatu aktivitas(Bhatara-Bhatari) atau sinar(Dewa-Dewi). Ia adalah Brahma dalam aktivitasnya sebagai pencipta, Wisnu sebgai pemelihara, Iswara sebagai pemralina, Saraswati sebagai dewanya pengetahuan. Ia juga berada dimana-mana(di timur-utara-barat-selatan dll..) Ia juga adalah Kala, Energy..nah ajaran Tatwa yang berjenjang inilah kemudian di realisasikan dalam Tata kehidupan beragama yang mencerminkan moral agama, Pedoman tingkah laku pribadi, terhadap sesama, lingkungan dan masyarakat(Susila) dan Ibadat agama dalm meningkatkan hubungan dengan-Nya(Acara).

Dengan meyakini Tuhan berada dimana-mana, menjadi saksi segala, meresapi-melingkupi semua, maka pemeluk ajaran agama Hindu diharapkan takut berbuat tidak baik(Asubhakarma). Acara, ritual dalam bentuk upacara, upakara, sembahyang dengan kelengkapan saha, puja, sesana, Indik, Tutur, tempat-tempat pemujaan, hari-hari keagamaan adalah pengungkapan ajaran Tattwa dalam bentuk-bentuk nyata. Bentuk nyata atau realisasi dari ajaran Tattwa inilah yang kemudian melahirkan Tradisi, Budaya dll. Demikian sekilas secara garis besar yang sangat panjang kalau di jabarkan.Lihat Selengkapnya
19 Agustus jam 17:19 melalui seluler · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Dharma Raksaka ‎Cahaya Islam sekarang si zakir naik sudah tidak pernah lagi menunjukkan batang hidungnyya lo,, ini akibat serangan daari para intelektual Hindu juga,, ..mungkin, ia malu sekarang, makanya tidak pernah nongol lagi…
20 Agustus jam 2:51 · SukaTidak Suka · 2 orangDharma Duta dan Ari Becak menyukai ini.
o
Dharma Raksaka ‎Lek Die masih mau lanjut??ini saya angkat lagi diskusinya, mari dilanjut disini saja
2 menit yang lalu · SukaTidak Suka · 1 orangMemuat…
o
Dharma Raksaka bgt juga dengan sdr. Putra Medan, Yusuf Khamami Part I, Aji Laskar Terowongan
beberapa detik yang lalu · SukaTidak Suka
*

2 Comments »

  1. Ada yang bisa memberi definisi PIKIRAN akibat pikiran kita berdiskusi pikiran tidak berwujud, jadi bila berdiskusi mengenai TUHAN menggunaken pikiren selama manusia memakai pikiren tidak ada akhirnya, karena TUHAN tidak terpikirken tidak berwujud maka pikirenlah mewujudkan/menyimbulken begicu


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: